10.6.13

Morning Serenity Bageudur Beach


Belum pernah ke pantai setenang dan sesepi ini. Walaupun ada beberapa saung sangat-sangat sederhana yang menyediakan toilet dan cemilan pengganjal perut, namun tetap saja sepi pengunjung. Hanya ada beberapa nelayan saja.


Pantai landai yang menghampar luas. Suara ombak pantai yang sayup-sayup. Ombaknya nggak gede-gede amat seperti Pantai Selatan Jawa umumnya yang besar, namun bergulung-gulung kecil. Mandang langit luas tanpa batas. Sepi! Itulah gambaran Pantai Bageudur, Malingping, Banten. Jadi cocok banget buat yang pengen nyepi.

Kami tiba di Pantai Bageudur subuh-subuh. Suasana masih gelap. Mana gerimis lagi. Nambah spooky aja suasananya.

Mobil berhenti manis di depan gubuk salah satu nelayan. Seorang nelayan pemilik gubuk tersebut yang tertidur di teras langsung bangun dan mempersilahkan kami. Hanya orang-orang yang merasa kurang tidur yang melanjutkan ‘peristirahatannya’ di atas bangku. Seperti Niko, Chevy, Dahlia, dan John.  Api yang menyala di teras gubuk cukup buat menghangatkan kami.



Tak lama pagi mulai terang, namun gerimis masih turun. Melihat keluar gubuk hanya ada ‘sedikit’ jingga di timur. Tertutup awan yang mulai ‘pecah’. Kontan saja, matahari tak nongol.


Seorang nelayan mempersiapkan peralatan untuk menangkap ikan. Semacam pancing dengan tali yang panjang. Nelayan tersebut melemparkan pancing di pantai, tali pancing terus diulur hingga terbawa ombak ke laut. Setelah beberapa saat tali mulai ditarik pelan-pelan, ikan yang tersangkut segera dibawa. Praktis tanpa susah payah mengayuh perahu ke tengah laut.





Hari mulai siang, kami memesan menu sarapan yang amat sederhana: mie-rebus. Dan setelah itu kami melanjutkan perjalanan, meninggalkan silent beach yang tak kira jika agak siangan bakal rame, namun ternyata tetap sepi (pengunjung).



***

Tidak ada komentar: