7.10.17

Keanu’s First Camp









“Wah! Wah! Wah!!!” 

Itulah kata-kata yang keluar dari mulut Si Kecil, Keanu. Dia sangat ekspresif sekali diatas ransel bayi, Deuter Kid Comfort, yang saya bawa, melihat aliran sungai yang deras di Mandalawangi, ketika melintasi kami menyebrang jembatan menuju tenda. Heboh? Memang.

Tiba di lokasi tenda kami, dia dan Ibunya langsung nyebur ke sungai. Walaupun dingin, dia sangat excited ‘maen air’ yang belum pernah dia nikmati. Setelah cukup lama di sungai, langsung mandi di toilet umum, kemudian dipakaikan baju hangat.

Malam kami makan bersama. Tentunya menu makannya tidak sama dengan kami, dia menikmati bubur ayam yang kami beli di warung Cibodas. Agak susah memang memberi makan anak yang mulai ‘males makan’.

Bangun pagi keesokan harinya. Alhamdulillah tidur semalem cukup pules. Sambil sarapan, rasa penasarannya ingin melihat lebih dekat asap dan warna merah di tenda sebelah. Tentu saja saya mengawasinya, demi keselamatannya. “Itu api” kata saya menjelaskan. Dia pun mengikutinya.

Melihat anak yang sangat antusias meng-explore akan hal-hal baru, membuat saya senang. Rasanya tak sia-sia mengajak anak ke alam, pengalaman berharga baginya. Inilah pengalaman Keanu’s first camp.

***

1.7.17

Pamulihan








Pagi itu kami berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Menyusuri jalan yang pas untuk kendaraan roda dua, melintasi Desa Ciraja, Surusunda, kemudian Pamulihan. Desa ini masuk ke area perkebunan, dengan kontur tanah yang tinggi sehingga memiliki panorama hutan dan kabut yang indah. Sebelum masuk ke desa yang masuk kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap ini, akan disuguhui dengan perkebunan warga, pesawahan yang berundak, dan hutan pinus yang rimbun.

Jalanan menanjak dan berkelok. Sisi kanan tebing dan pemandangan hutan. Sinar matahari masuk melalui celah-celah dahan pinus. Kabut tipis menyisip diantara pucuk-pucuk pohon. Raungan ojek menderu, dan denyut kegiatan warga memulai hari. Pamulihan!


***

10.4.17

Little Steps


Traveling memang sudah jadi semacam kebutuhan bagi saya. Entah jarak dekat atau jauh, apalagi mengunjungi tempat-tempat baru, unik, nemu makanan baru, baik yang touristy mau tidak. Apalagi jika tempatnya fotografis dan instagramabel.

Memang acara traveling jadi sedikit berkurang, semenjak punya bayi. dan sempet pula kepikiran jika jalan-jalan nanti dengan anak yang belum cukup umur gimana repotnya. Tapi semenjak anak kami telah bisa duduk, jalan-jalan (terutama yang jarak dekat) selalu diusahakan.

Semenjak itulah kepikiran untuk bawa anaknya nanti gimana? Tapi semenjak punya Deuter Kid Comfort 2 acara jalan-jalan dengan anak kecil jadi lebih menyenangkan. Anak juga nyaman didalam tas gendongan ini, bahkan bisa sampe ketiduran pules. Pas acara piknik kantor juga anaknya enjoy saja duduk manis digendongan.

***