3.1.18

Canopy Trail Ciwalen







Menghabiskan hari terakhir camping di Mandalawagi, niatan menuju ke Canopy Trail Ciwalen harus terlaksana. Jembatan gantung yang lagi hits ini, memang kepincut gegara postingan di medsos.

Berangkat dari tenda di Mandalawagi pagi, melewati camping ground Mandalawagi sebelah timur, lalu masuk ke Gerbang Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP). Nah… di pos kita musti daftar buat masuk canopy trail. Bayar karcis dan guide. Guide disini penting, tanpa guide percuma juga menuju canopy, karena canopy tersebut dikunci, dan yang pegang kuncinya ya guide itu.

Bagi yang takut ketinggian, pasti bakal mikir dua kali buat uji nyali menyebrangi canopy. Selain jembatannya yang goyang-goyang, plus kebayang jika baut dan sling-nya putus, trus jatuh. Tapi jika ikuti safety instruction, pasti aman. Melintasi canopy minimal beban lima orang dewasa.

Pemandangannya memang bagus, dan hawa sejuk. Mulai dari sejak jalan menuju canopy, maupun di area sekitar canopy-nya. Pohon hijau dan rindang, hawa sejuk, plus khas suara alam; burung dan aliran sungai.

Bagaimana jika bawa balita? It’s ok, masih aman. Kita sudah membuktikannya, tapi tetap dalam pengawasan orang tua.

***

7.10.17

Keanu’s First Camp









“Wah! Wah! Wah!!!” 

Itulah kata-kata yang keluar dari mulut Si Kecil, Keanu. Dia sangat ekspresif sekali diatas ransel bayi, Deuter Kid Comfort, yang saya bawa, melihat aliran sungai yang deras di Mandalawangi, ketika melintasi kami menyebrang jembatan menuju tenda. Heboh? Memang.

Tiba di lokasi tenda kami, dia dan Ibunya langsung nyebur ke sungai. Walaupun dingin, dia sangat excited ‘maen air’ yang belum pernah dia nikmati. Setelah cukup lama di sungai, langsung mandi di toilet umum, kemudian dipakaikan baju hangat.

Malam kami makan bersama. Tentunya menu makannya tidak sama dengan kami, dia menikmati bubur ayam yang kami beli di warung Cibodas. Agak susah memang memberi makan anak yang mulai ‘males makan’.

Bangun pagi keesokan harinya. Alhamdulillah tidur semalem cukup pules. Sambil sarapan, rasa penasarannya ingin melihat lebih dekat asap dan warna merah di tenda sebelah. Tentu saja saya mengawasinya, demi keselamatannya. “Itu api” kata saya menjelaskan. Dia pun mengikutinya.

Melihat anak yang sangat antusias meng-explore akan hal-hal baru, membuat saya senang. Rasanya tak sia-sia mengajak anak ke alam, pengalaman berharga baginya. Inilah pengalaman Keanu’s first camp.

***

1.7.17

Pamulihan








Pagi itu kami berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Menyusuri jalan yang pas untuk kendaraan roda dua, melintasi Desa Ciraja, Surusunda, kemudian Pamulihan. Desa ini masuk ke area perkebunan, dengan kontur tanah yang tinggi sehingga memiliki panorama hutan dan kabut yang indah. Sebelum masuk ke desa yang masuk kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap ini, akan disuguhui dengan perkebunan warga, pesawahan yang berundak, dan hutan pinus yang rimbun.

Jalanan menanjak dan berkelok. Sisi kanan tebing dan pemandangan hutan. Sinar matahari masuk melalui celah-celah dahan pinus. Kabut tipis menyisip diantara pucuk-pucuk pohon. Raungan ojek menderu, dan denyut kegiatan warga memulai hari. Pamulihan!


***